Kamis, 02 Desember 2010

lingkungan hidup

nama : kurniawan harman dwi cahyo
kelas : 1 db02
npm : 33110943


LINGKUNGAN HIDUP
          Pada tahun-tahun terakhir, masyarakat dunia mulai menyadari akan pentingnya persoalan lingkungan hidup terhadap keberhasilan pembangunan di suatu negara. Hubungan antara kemiskinan dengan penurunan kualitas lingkungan sangat erat. Kemiskinan dapat menjurus kepada suatu proses perusakan lingkungan tanpa henti. Bertolak dari kebutuhan ekonomi yang mendesak dan adanya sikap masa bodoh, banyak anggota masyarakat termasuk Indonesia, secara tidak sadar, ikut berperan dalam melakukan perusakan lingkungan hidupnya sendiri, yang sesungguhnya merupakan tumpuan dasar kehidupan mereka secara keseluruhan, baik untuk kebutuhan sekarang maupun yang akan datang. Kerusakan lingkungan dapat menurunkan laju pembangunan karena tingkat produktivitas sumber daya alam semakin berkurang serta munculnya berbagai masalah kesehatan dan gangguan kenyamanan hidup. Pendapat dari seorang ahli lingkungan yang bernama Emil Salim mengartikan lingkungan hidup sebagai segala benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup, termasuk kehidupan manusia. Sedangkan menurut Otto Soemarwoto mengartikan lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati, yang mempengaruhi kehidupan mahluk hidup. Banyak tangan-tangan manusia yang seenaknya menebang hutan tanpa menanam kembali. Akibat gundulnya hutan tidak ada daerah untuk resapan air dan akhirnya terjadilah banjir. Di daerah Puncak yang dulu banyak hutan-nya sekarang tinggal dikit itu terjadi karena untuk membangun villa. Salah satu tipe hutan di Indonesia dan dunia adalah hutan mangrove. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik, dan terbebas dari genangan pada saat pasang rendah. Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia. Kekhasan ekosistem mangrove di Indonesia adalah memiliki keragaman jenis tertinggi di dunia. Sebaran mangrove di Indonesia terutama berada di wilayah pesisir Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Luas penyebaran mangrove terus mengalami penurunan dari 4,25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi sekitar 3,24 juta hektar pada tahun 1987, dan kemudian hanya tersisa seluas 2,50 juta hektar pada tahun 1993. Penurunan tersebut mengindikasikan bahwa terjadi degradasi hutan mangrove yang cukup nyata,  yaitu sekitar 200 ribu hektar per tahun. Di tahun 2010 pemerintah provinsi DKI Jakarta menanam mangrove di Pantai Indah Kapuk sebanyak. Ekosistem mangrove juga merupakan pelindung pantai secara alami untuk mengurangi resiko terhadap bahaya tsunami. Hasil penelitian yang dilakukan di Teluk Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan bahwa dengan adnya ekosistem mangrove telah terjadi reduksi tinggi gelombang sebesar 0,7340 dan perubahan energi gelombang sebesar (e) = 19635,26 joule. Selain menurunnya luas penyebaran mangrove di Jakarta juga terjadi penurunan tanah. Penurunan muka tanah di Jakarta berkisar antara 5 cm hingga 26 cm per tahun. Beberapa wilayah di Jakarta yang mengalami penurunan tanah antara lain :
·        Cengkareng : 26,6 cm
·        Pantai Mutiara : 24,7 cm
·        Kwitang : 21,7 cm
·        Daan Mogot : 20,9 cm
·        Kelapa Gading : 20 cm
·        Pantai Indah Kapuk : 16,4 cm
·        Kebayoran Baru : 13,9 cm
·        Ancol : 12,9 cm
·        Cinere : 12,1 cm
·        Cempaka Mas : 10,3 cm
Penurunan tanah yang terjadi di Jakarta di sebabkan oleh penyedotan air tanah yang di lakukan oleh gedung perkantoran. Dari data BPLHD, pengambilan air tanah dari 2008 sampai 2010 sebesar 41.795.028 meter kubik untuk sumur bor dan sumur pantek 6.828.813 meter kubik. Perbandingan antartahun, pada 2008, penggunaan air tanah 21.879.412 meter kubik, 2009 18.159.485 dan tahun 2010 sebesar 8.584.944 meter kubik. Selain itu bumi kita sedang mengalami global warming atau pemanasan global. Global warming terjadi akibat asap kendaraan, asap pabrik dll. Akibat global warming bumi kita menjadi panas dan akhir-akhir ini es di kutub utara dan kutub selatan mencair yang mengakibatkan permukaan air laut meningkat. Untuk itu kita harus menjaga lingkungan bumi kita agar tetap nyaman untuk tempat tinggal semua mahluk hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar